skip to Main Content
Pentingnya Surat Perjanjian Sewa Rumah Untuk Anda

Pentingnya Surat Perjanjian Sewa Rumah untuk Anda

 

“Pak, KONDISI rumah yang mau saya sewakan seperti ini,” kata saya. Mungkin kalau mau, bapak bisa bersihkan sedikit, pasang pemanas, sedikit perbaikan dan memberikan hiasan untuk di dalam dan luar rumah, pasti rumah ini akan jauh terlihat lebih nyaman dan enak untuk Anda tinggali.” Kemudian Anda mungkin mengatakan, Anda mau dan bersedia untuk memperbaiki rumah itu, saya pasti akan merasa senang dan mau menyewakan rumah itu kepada Anda agar bisa Anda tinggali. Saya pasti senang dan yakin kalau Anda pasti mau membayar sedikit uang sewa rumah untuk tahun pertama yang akan dikurangi biaya perbaikan.

Belakangan Anda mungkin, tidak ingat lagi kalau dulu Anda dan saya mempunyai perjanjian seperti itu. Mungkin dalam ingatan Anda, rumah yang saya sewakan, “kondisinya tidak bagus dan tidak nyaman untuk ditinggali.” Setelah Anda mengeluarkan uang untuk biaya perbaikan, Anda mungkin merasa kalau saya mengada-ada dan memaksa Anda untuk membayar uang sewa. “Dalam hati, Anda mungkin merasa kalau Anda tidak mempunyai perjanjian apapun dan merasa tidak mempunyai hutang dengan saya.”

Bisa jadi ketamakan yang menjadi dasar dari banyaknya pertengkaran yang terjadi dalam kehiduapn saat ini, tetapi dalam contoh kasus yang saya ceritakan di atas bukan itu masalahnya. Di cerita itu, kita bisa melihat bahwa tidak ada perjanjian dan kontrak tertulis – Betul ya, dari cerita itu memang saya dan Anda tidak membuat kontrak dan perjanjian yang tertulis kecuali ingatan dari kita masing-masing sebelum Anda mulai menempati rumah itu dan sebelum saya menyewakan rumah itu kepada Anda. Jika ini benar-benar terjadi antara Anda dan saya, Anda pasti akan mempunyai pemikiran yang sama dengan saya “sesuatu yang tertulis bisa membantu mencegah antara Anda dan saya dari masalah-masalah seperti yang tidak diinginkan seperti itu.”

Sering sekali, orang-orang yang mempunyai pemikiran praktis seperti saya (businesslike) mengambil dan membuat keputusan yang mungkin bisa mendatangkan resiko dengan sahabat, teman atau orang-orang yang dekat dan mereka kenal. ‘Saya tidak enak, Saya malu kalau bekerja sama dengan teman saya, saya tidak enak untuk menyuruh dan meminta mereka untuk menandatangani sebuah kontrak kerja.

Itu kan yang Anda rasakan dan ingin Anda katakan? Sama, saya juga secara pribadi begitu. Tapi yang menjadi pertanyaan sekarang adalah Apakah baik dan bijaksana mempunyai perasaan seperti itu?

Coba bayangkan Anda mempunyai rumah atau villa di kota lain dan Anda menyuruh saya untuk mengecat di ruangan private room. Bisa saja saya salah paham dengan apa yang Anda suruh ke saya untuk bagian-bagian yang Anda inginkan. “Cat Private room” yang Anda inginkan mungkin mencakup, dinding, pintu-pintu dan meja yang ada di kamar mandi. Sedangkan menurut saya, kemungkinan itu hanya “tembok kamar private room” saja. Atau misalnya saya salah menggunakan warna cat yang Anda inginkan? Pasti cara yang paling baik dan aman untuk Anda dan saya adalah Anda meminta saya untuk menandatangani surat perjanjian secara tertulis!Ini bukan berarti kita tidak saling percaya satu dengan yang lainnya – ini untuk mencegah hal-hal lupa seperti cerita di atas dan hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi dikemudian hari.

Surat perjanjian kontrak yang di buat ini (Surat perjanjian kontrak rumah, kerja dan sebagainya) akan membuat pihak penyewa dan pihak yang menyewakan rumah saling dilindungi secara hukum (pihak yang satu dan pihak yang lainnya).

Hal yang biasanya ada dalam Surat Perjanjian Sewa Rumah

Biasanya untuk sewa menyewa rumah ada beberapa hal umum yang harus ditentukan dan diketahui oleh kedua belah pihak. Berapa lama Anda akan menyewa sebuah rumah, tanah, atau sebuah kamar kos (satu bulan, dua bulan, satu tahun atau beberapa tahun), selain itu termasuk juga berapa banyak uang yang harus dibayarkan untuk sewanya, mungkin jaminan, persayarat apa saja yang harus ditaati saat menyewa, dan apa saja saat tidak akan menyewa lagi, tentang hewan peliharaan, tagihan listrik dan air, dan yang tidak boleh ketinggalan adalah siapa yang akan bertanggung jawab untuk memelihara rumah dan perbaikan saat sedang di sewa. Bahkan hal-hal kecil seperti mendengarkan suara musik dan menonton TV dengan suara yang keras yang bisa mengganggu orang lain atau tetangga di sebelah rumah dan sekitar rumah, tentang cara berparkir. Kenapa saya sebutkan tentang cara parkir, karena di banyak tempat apalagi di Bali banyak orang yang sembarangan parkir mobil dan motor di pinggir jalan yang bisa menggangu pengguna jalan lainnya. Meskipun hal ini tampak sepele, percayalah hal kecil ini bisa menyebalkan dan mengganggu orang-orang lain.

Yang Bertanda Tangan di Bawah ini Setuju dengan…

Ketika mendengar kata “kontrak” banyak orang mungkin akan berpikir mereka akan membaca sebuah halaman-halaman dengan kata-kata dan istilah hukum yang sulit di mengerti. Tapi kalau kita baca dari buku-buku hukum, sebuah kontrak biasanya hanya “sebuah kewajiban bersama antara Anda dan saya dengan hak-hak yang sama dan setiap orangnya mempunyai kewajiban untuk mentaati apa yang tertulis di dalamnya.” Kalau itu hanya sebuah janji belaka biasanya janji tidak selalu mengartikan sebuah kontrak, kenapa sebuah janji bukan sebuah kontrak? Karena kontrak harus mempunyai persetujuan antara kedua belah pihak yang mempunyai dasar hukum yang kuat.

Apa saja sih yang membuat sebuah perjanjian yang dibuat “mempunyai kekuatan hukum yang kuat”? memang hukum di tiap negara dan dareah biasanya berbeda – beda, tapi dalam setiap hukum yang di buat harus mengandung beberapa unsur ini, agar sebuah kontrak yang dibuat sah:

  1. Tawaran dan syarat
  2. Persetujuan kedua belah pihak
  3. Pertimbangan bersama (kedua belah pihak harus mempunyai sesuatu yang diberikan, contohnya uang, janji atau melakukan tindakan tertentu yang di minta dan yang sudah di sepakati).

Sebaiknya Semuanya Tertulis

Jika Anda ingin membuat sebuah kontrak memang sebaiknya semuanya tertulis dengan jelas dan menggunakan kata-kata sederhana yang bisa dan mudah dipahami bersama. Banyak orang membuat surat kontrak dengan menggunakan kata-kata dan bahasa yang sangat sulit untuk dipahami oleh beberapa orang.

Sebenarnya kata-kata yang sederhana dan jelas sudah cukup untuk membuat surat kontrak, tapi sayanya saya melihat hampir semua orang membuat surat kontrak dengan menggunakan kata-kata yang muluk, dibuat dengan kata-kata yang baku, kaku dan hanya di mengerti dan bisa dijelaskan oleh orang-orang yang ahli dan bisa menjelaskannya.

Percaya atau tidak, mungkin Anda salah satu orang yang ketika membaca surat perjanjian tidak mengerti apa isi dari surat perjanjian dan hak-hak dari rumah Anda sendiri! Jadi sebaiknya jangan menggunakan kata-kata yang muluk, cukup kata-kata yang sederhana yang biasa digunakan oleh banyak orang.

Tapi ada hal lain yang harus Anda serahkan kepada orang yang ahli dibidang hukum. Anda bisa membuat kontrak sendiri untuk bagian-bagian penting dari hal-hal untuk sewa menyewa rumah, membuat tanggal, membuat surat itu menjadi rankgap dua dan menandatanganinya. Tetapi ada hal rumit, contohnya tentang surat jual beli tanah rumah atau real estate, surat ini tidak bisa dibuat sendiri, surat ini harus di serahkan kepada orang-orang yang ahli membuat surat perjanjian.

Jenis-jenis Surat Perjanjian Sewa Menyewa Rumah

Saya rasa ada banyak macam surat perjanjian dan sewa menyewa rumah, dari sekian banyak berikut ini beberapa jenis suart perjanjian yang umumnya banyak dibuat:

 
  1. Surat perjanjian Jual Beli: ini adalah sebuah surat perjanjian dimana pihak penjual wajib menyerahkan barang yang dia jual kepada orang yang membeli barang. Dan pihak pembeli wajib menyerahkan atau memberikan sejumlah uang sesuai dengan kesepakatan.
  2. Surat Perjanjian Sewa Beli (Cicilan): ini adalah sebuah surat perjanjian yang akan mengatur pembelian suatu barang (bisa rumah dan barang lainnya) yang akan dibayarkan dengan cara mencicil atau mengangsur. Setelah Anda menandatangani surat ini hak kepemilikan masih menjadi milik si penjual sampai si pembeli (Anda) melunasi semua uang cicilannya.
  3. Surat Perjanjian Borongan: Ini adalah surat perjanjian yang dibuat untuk pihak pemborong dan pemilik proyek dimana si pihak pemborong harus dan wajib memenuhi dan melaksanakan pekerjaan borongan yang dia ambil sesuai dengan syarat, kesepakatan dan juga spesifikasi dan juga waktu pengerjaan yang sudah di tetapkan bersama. *meskipun keadaan berubah dan mungkin akan merugikannya.
  4. Surat Perjanjian Meminjam Uang: Surat perjanjian ini wajib Anda buat meskipun itu kepada teman atau sahabat yang Anda percaya. Ingat surat perjanjian dibuat bukan untuk tidak salaing percaya, tapi dibuat untuk melindungi kedua belah pihak secara hukum. Suarat perjanjian ini biasanya berisi tentang si peminjam akan mendapatkan sejumlah uang yang akan dia pinjam dan pihak yang memberikan pinjaman uang wajib mengembalikan sejumlah uang sesuai dengan jumlah yang akan di pinjamkannya.
  5. Surat Perjanjian Kerja: Kalau surat perjanjian kerja yang satu ini pasti banyak yang sudah tahu. Surat ini di buat untuk jasa kerja dan juga pelayanan yang akan diberikan.

Perhatikan Sebelum Anda Menandatangani

Suatu saat mungkin Anda akan dihadapkan pada sebuah keadaan di mana Anda harus sesegara mungkin atau saat itu juga untuk menandatangani sebuah surat perjanjian atau suatu surat tertentu. Contohnya mungkin surat yang ada di rumah sakit, pada saat akan melakukan operasi biasanya rumah sakit sering meminta kita untuk menandatangani sebuah surat dengan cepat. Atau mungkin pada saat akan membuka Rekening Bank, Formulir dari agen asuransi yang sifatnya seringkali mendesak, sehingga kita tidak bisa membacanya dengan tenang, memikirkannya dan kemudian baru mulai menandatanganinya.

Namun satu hal yang ingin kita ingat bersama adalah Anda harus mengerti apa saja yang Anda tandatangani, karena kalau Anda tidak tahu setelah menandatangani sebuah perjanjian atau kontrak ketidaktahuan ini tidak akan membebaskan Anda secara hukum.

Cara yang terbaik adalah cobalah untuk menanyakan beberapa hal, misalnya saja apakah Rumah sakit itu meminta izin Anda untuk melakukan operasi yang sebenarnya tidak Anda inginkan atau melanggar prinsip Anda atau hal lainnya. Jadi pastikan Anda berhati-hati dengan apapun terutama kata-kata “tidak bertanggung jawab.” Bisa jadi itu adalah yang memang tidak Anda inginkan. Jadi pastikan sekali lagi Anda benar-benar mengerti setiap bagian dari dokumen yang akan Anda tandatangani itu.

Selalu Berpegang kepada Apa yang sudah Anda janjikan, Meskipun Anda mengalami Kerugian

Seringkali meskipun kita sangat hati-hati dengan apa yang akan kita putuskan dan lakukan, seringkali kita bisa terikat dengan sebuah perjanjian yang mungkin benar-benar tidak kita inginkan. Ini pasti hal yang paling sering Anda dan saya pernah alami. Mungkin ada orang-orang yang tidak suka menepati janji mereka karena mereka tidak mau merugi. Saya secara pribadi (mohon maaf sebelumnya harus mengatakan hal ini) belajar dari Alkitab untuk berpegang pada sumpah meskipun saya harus mengalami kerugian (Mazmur 15:4) Maksudnya apa? Ini maksudnya kita harus mau menerima keadaaan atau akibat dari perjanjian (persetujuan) yang mungkin tidak menguntungkan – Anggap ini sebagai sebuah pelajaran untuk kita.

Beberapa Hal yang Harus Anda Perhatikan Saat Membuat Kontrak Perjanjian Rumah

Saat akan membuat surat perjanjian kontrak, Anda harus memperhatikan hal-hal yang penting ini:

1. Identitas Kedua Belah Pihak Harus di Tulis dengan Benar

Namanya membuat kontrak dan surat perjanjian sewa rumah, Anda harus memasukkan nama Anda dan nama orang yang akan menyewa rumah Anda, pastikan nama, nomor KTP dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan identitas dalam surat perjanjian harus di tulis dengan benar sesuai dengan KTP dan Kartu Keluarga si Penyewa. Sedikit ribet, tapi ini akan membantu Anda dan pihak lain aman secara hukum jika terjadi masalah.

2. Catat Masa Kontrak, Harga Yang Sudah di Sepakati

Pastikan tanggal mulai sewa dan akan berakhir sewa tertulis dalam perjanjian yang Anda buat termasuk harga sewa rumah Anda. Tulis semuanya dengan benar dan jelas, misalnya untuk satu minggu, satu tahun, dua tahun atau beberapa tahun.

3. Isi Pasal-pasal dalam surat perjanjian harus jelas

Setiap pasal-pasal yang Anda buat dalam surat perjanjian sewa rumah harus Anda tulis dengan sangat teliti, rinci dan yang paling terpenting adalah yang mudah untuk dipahami oleh kedua belah pihak. Hindari menggunakan bahasa Inggris atau bahasa-bahasa yang tidak di mengerti orang lain.

4. Tentang Sanksi dan Denda

Bagian ini juga sangat penting untuk di buat dan di ketahui oleh kedua belah pihak. Kalau misalnya ada hal – hal yang bisa merugikan pemilik rumah yang di sengaja oleh penyewa, Anda bisa menyebutkan denda atau membayar biaya kerusakan. Sebutkan juga tenggang waktu untuk pembayaran dari denda yang Anda minta itu.

5. Bermaterai

Pengggunaan Materai untuk menunjukkan bahwa apa yang Anda buat dan tanda-tangani sah secara hukum dan tidak boleh di salahgunakan dan diabaikan. Surat perjanjian sewa rumah memang perlu dibuat dan di rangkap dua dengan di tanda tangani oleh kedua belah pihak di atas materai.

6. Biaya Perawatan

Saat membuat surat perjanjian atau akan menandatangani surat perjanjian, catat dan buat kesepakatan untuk biaya listrik, Internet, Keamanan, Kebersihan, Sumbangan dan hal lainnya dalam surat perjanjian sewa menyewa.

Ya, jadi itu adalah beberapa penjelasan dari saya tentang surat perjanjian Sewa Rumah, mengapa penting untuk di buat dan apa saja manfaatnya untuk ke dua belah pihak. Jika Anda ingin melihat contoh surat perjanjian sewa rumah Anda bisa melihat dan mendownload template Surat Perjanjian Sewa Rumah di sini.

Jika kalian suka dengan artikel Pentingnya Surat Perjanjian Sewa Rumah untuk Anda ini, Silahkan bagikan artikel ini melalui akun social media kalian dan jangan lupa untuk follow kami di Instagram, Facebook dan channel YouTube Teakblock. Jika Anda seorang tenaga profesional atau pemilik usaha Kitchen Set dan yang berhubungan dengan kerja-kerja Interior yang ada di Indonesia, Silahkan daftarkan usaha Anda secara gratis di Teakblock.

Baca juga artikel: