skip to Main Content
Jenis Atap Rumah Yang Populer Untuk Mempercantik Atap Rumah

Jenis Atap Rumah yang Populer untuk mempercantik Atap Rumah

 

Jenis Atap Rumah yang Populer – Rumah tanpa Atap tidak bisa melindungi penghuninya dari panas dan hujan. Atap menjadi pelindung setiap rumah dan merupakan bagian terpenting dari bangunan rumah. Selain mampu melindungi, atap rumah juga menjadi hiasan dan mempercantik tampilan sebuah rumah.

Di Indonesia, kebanyakan atap rumahnya tidak begitu bagus, ini bisa terlihat pada saat hujan datang, atap rumah sering kali bocor, kalau sudah bocor kenyamanan penghuni menjadi terganggu. Karena alasan inilah maka pada saat membangun rumah, pemilihan bahan dan pemasangan atap harus baik, kokoh dan yang terpenting adalah bisa melindungi rumah itu sendiri dengan prima.

Awal Mula Model Atap Rumah Indonesia

Sekarang ini model atap rumah sangat beragam sekali mulai dari jenis bahan, model dan harga, semuanya bisa di sesuaikan dengan kebutuhan kita masing-masing. Zaman dulu, model atap rumah masih sangat sederhana dan masih tradisional sekali. Atap rumah zaman dulu banyak terbuat dari bahan-bahan yang masih sangat alami (dari alam) seperti rumbia, ijuk dan ada juga jenis atap rumah yang terbuat dari jerami.

Dari waktu ke waktu model dan juga bahan yang digunakan untuk membuat atap rumah berkembang dan dbuat sesuai dengan standar kenyamanan setiap orng. Sebanarnya kalau boleh jujur bukan demi kenyamanan saja tapi lebih tepat sesuai dengan keuangan seseorang.

Kita tahu Indonesia sangat terkenal dengan keanekaragaman budaya dan juga tradisn=inya, keanekaragaman ini membuat setiap atap rumah mempunyai ciri yang berbeda-beda sesuai dengan daerah masing-masing.

Jika Anda ingin mencari dan sedang membangun atau merenovasi rumah, daftar atap berikut ini bisa menjadi inspirasi untuk memperindah rumah Anda.

Jenis Atap Rumah yang banyak digunakan dan Populer

1. Atap Sirap

Salah satu atap yang banyak digunakan di Indonesia terbuat dari bahan alami kayu, atau yang dikenal juga dengan atap sirap. Atap sirap ini banyak dibuat dari kayu-kayu jenis jati, ulin atau besi dan beberapa ada yang menggunakan kayu merbau.

Bagi beberapa orang atap yang terbuat dari kayu mungkin sedikit aneh, beberapa ada yang mempunyai kehawatiran seperti saya, ini atap nanti kuat apa tidak, tahan lama atau tidak?

Atap Sirap
Photo by Lima jaya sirap

Saya secara pribadi saja mempunyai kekhawatiran seperti itu… dan kekhawatiran ini sangat wajar apalagi kalau kita belum pernah menggunakan atap jenis ini sebelumnya.

Sebenarnya atap Sirap ini cukup kuat sekali pada awal mulanya, karena orang-orang dulu masih menggunakan bahan dari pohon yang bagus dan umurnya juga pas saat di tebang. Kalau sekarang ini kan orang lebih mengutamakan uang daripada kualitas rumah orang, yang penting terjual selesai. Tapi saya rasa sampai hari ini, masih banyak juga menggunakan bahan yang bagus dan kuat.

Dari beberapa orang yang pernah menggunakan atap sirap dan berdasarkan review yang saya baca di internet, atap sirap yang bagus mampu bertahan sampai puluhan tahun lamanya. Selain kuat dan tahan lama atap sirap juga tidak panas karena mampu menyerap hawa panas dari matahari.

2. Atap Ijuk

Atap Ijuk di Indonesia masih terlihat sampai sekarang, bahkan kalau kita menginap di hotel tertentu yang ada di Bali, kita masih bisa melihat beberapa hotel atau villa yang menggunakan atap ijuk. Buat yang belum tahu seperti apa itu atap ijuk, kalian bisa lihat sapu rumah yang warna hitam bukan sapu yang terbuat dar plastik.

Lalu dari mana ijuk ini berasal? Ijuk ini berasal dari phon aren yang berfungsi untuk melindungi pangkal dari pelepah daun aren.

Atap Ijuk
Photo by iStock

Karena pohon aren cukup banyak di Indonesia maka banyak orang mulai memfungsikan dan menciptakan ijuk menjadi berbagai macam produk yang bisa memberikan manfaat bagi banyak orang sekalugus bisa menghasilkan uang.

Produk ijuk:

  1. Sapu ijuk
  2. Sikat ijuk
  3. Tali ijuk dan
  4. Atap ijuk

Tidak banyak orang yang suka dan menggunakan atap rumah dari bahan ijuk, selain terkesan kuno dan tradisional perawatan untuk atap ijuk kalau menurut saya agak sedikit ribet daripada kita menggunakan atap genteng meskipun ijuk bisa bertahan lama sampai 100 tahun.

Jika kita ingin kita bandingkan dengan atap yang lainnya atap yang menggunakan ijuk jauh lebih murah sebagai contoh misalnya saja atap rumbia. Buat yang ingin mempunyai rumah yang terkesan alami dan tradisional bisa mencoba menggunakan atap ijuk.

3. Atap Rumbia

Ada yang baru dengar atap Rumbia? Saya rasa banyak yang baru dengar dan belum tahu seperti apa itu atap rumbia? Atap rumbia ini terbuat dan diambil dari pohon sagu. Daun dari pohon sagu ini bisa dimanfaatkan menjadi atap rumah.

Atap Rumbia Indonesia
Photo by wikimedia.org

Agar bisa di buat menjadi atap rumbia, diperlukan beberapa bahan pendukung lain seperti:

  • Daun rumbia
  • Batang Rotan yang di tipiskan
  • Batang pohon pinang sebagai penyanggah daun rumbia.

Memang kalau saya perhatikan rumah-rumah modern sekarang ini tidak ada yang menggunakan atap rumbia, rumah-rumah yang ada di dalam pedesaan atau kandang ternak yang sampai sekarang ini masih menggunakan atap rumbia.

Keunggulan dari menggunakan atap rumbia ini adalah murah dan ringan. Kalau tidak salah harga atap rumbia berkisar Rp 3.500 untuk permeternya (harga ini bisa berubah sewaktu-waktu) dan saat ini banyak terlihat atap gazebo.

4. Atap Jerami

Rumah-rumah untuk hunian keluarga saat ini jarang yang menggunakan atap dari jerami. Atap yang terbuat dari jerami banyak ditemukan di desa-desa yang masih sangat tradisional atau di digunakan untuk atap gubuk yang berada di sawah, Gazebo dan beberapa restoran juga villa yang mempunyai tema tradisional.

Atap Jerami Bali
Photo by iStock

Selain bisa digunakan sebagai atap rumah, jerami juga bisa digunakan sebagai dinding bangunan rumah. Meskipun terlihat rapuh, atap jerami ini juga tahan lama, meskipun daya tahannya tidak selama jika menggunakan atap yang lain.

5. Atap Genteng Tanah Liat

Jenis atap Genteng yang terbuat dari tanah liat menurut saya jenis atap yang paling banyak digunakan di Indonesia, malah mungkin menjadi atap utama yang digunakan di Indonesia. Atap genteng sendiri mempunyai banyak macam, atap genteng tanah liat, atap genteng beton, atap genteng seng atau metal, atap genteng serat fiber semen atau asbes dan atap genteng dari kaca. Semua model atap genteng yang saya sebutkan itu mempunyai kegunaan, kelebihan dan kelemahannya masing – masing.

Atap Genteng Tanah liat
Photo by iStock

Atap genteng yang terbuat dari tanah liat juga mempunyai harga dan penggunaan bahan yang berbeda-beda. Kebanyakan orang menggunakan atap genteng yang harganya lebih murah, salah satunya di rumah kami. Sebenarnya kalau mau, saran kami sebaiknya Anda menggunakan atap genteng yang tebal dan mempunyai harga yang agak mahal supaya bisa lebih kuat saat di injak dan tidak bocor pada saaat hujan datang.

 

Kemudian setelah itu Anda cat sendiri dengan cat besi atau aspal agar lebih rapat dan anti bocor. Lebih bagus jika di lapisi dengan aspal. Kami sendiri sudah sangat pusing kalau hujan datang, karena beberapa genteng sudah mulai ada yang bocor. Memang soal kekuatan dan bagus atau tidaknya genteng, semua kembali lagi ke budget yang kita miliki, kalau kita tidak punya budget yang cukup maka mau tidak mau kita semua akan membeli bahan yang lebih murah yang sesuai dengan budget kita.

Berikut ini beberapa merek atap genteng tanah liat yang biasanya banyak digunakan oleh orang-orang:

  • Genteng Kodok
  • Genteng plentong
  • Genteng Garuda
  • Genteng Kojer
  • Genteng Press dan ada beberapa merek lainnya yang saya sendiri tahu

Genteng tanah liat ini memang mudah di buat, sudah terbukti ketahanannya untuk menahan hujan dan panas sehingga banyak rumah-rumah di Indonesia menggunakan genteng yang terbuat dari tanah liat. Genteng ini juga bisa digunakan di berbagai macam model rumah mulai dari yang tradisional sampai yang modern.

Selain itu masih ada juga beberapa macam genteng tanah liat yang lebih modern yaitu genteng keramik. Genteng jenis ini biasanya sudah dilapisi dengan lapisan glasir agar lebih kedap air dan juga terlihat lebih mengkilap.

Genting jenis ini lebih bagus dari pada genting tanah liat biasa. Saran saya, meskipun sudah kedap air genting ini sebaiknya Anda lapisi lagi dengan aspal supaya lebih kuat dan benar-benar tahan air dan lebih lama.

6. Atap Genteng Beton

Atap Genteng Beton menurut saya jauh lebih berat daripada kita menggunakan atap genteng tanah liat. Atap genteng beton tebuat dari perpaduan bahan pasir dan semen. Semua bahan itu akan diproses dengan menggunakan bantuan mesin yang mempunyai tekanan tinggi, kemudian dipanaskan sampai waktu yang sudah di tetapkan sehingga nanti bisa membentuk genteng yang lebih tahan lama daripada genteng tanah liat.

Atap Beton
Photo by iStock

Atap genteng beton jauh lebih kuat daripada atap genteng yang lainnya. Meskipun atap genteng ini kuat dan tahan lama atap genteng ini cukup berat dan membutuhkan pondasi bangunan yang kuat. Jika Anda ingin menggunakan atap genteng beton, pastikan pondasi rumah Anda sangat kuat dan menggunakan percampuran bahan-bahan yang pas.

Mengapa saya mengatakan dan menekankan pondasi harus kuat karena kebanyakan rumah di Indonesia dibangun dengan bahan-bahan yang sering di kurang-kurangi oleh para pemborok atau tukang yang membangun rumah. Saya yakin semua pemilik rumah pasti ingin mempunyai bangunan yang kuat dan tahan lama. Sayangnya banyak tukang dan pemborong bangunan yang mengurangi bahan bangunan sehingga bangunan menjadi kurang begitu kuat dan sering mengalami retak atau roboh jika terkena sedikit gunjangan (gempa).

Atap genteng beton ada dua macam, genteng beton bergelombang dan genteng beton datar. Jika Anda ingin menampilkan kesan yang natural maka Anda bisa menggunakan jenis genteng yang bergelombang, jika Anda ingin menampilkan kesan modern masa kini maka sebaiknya menggunakan atap genteng datar.

Saya secara pribadi lebih suka menggunakan atap genteng beton yang datar. Selain terkesan modern atap genteng jenis ini lebih tahan panas dan kemungkinan bocornya sangat kecil sekali. Atap genteng ini beratnya bisa mencapai 60 kg untuk permeter perseginya, itulah mengapa saya mengatakan pastikan Anda mempunyai struktur bangunan yang sangat kuat, kalau tidak kuat sudah pasti cepat atau lambat saat Anda berada di dalam rumah bisa tertimpa atau tertindih genteng ini.

7. Atap Rumah Keramik

Atap rumah keramik telah mewarnai rumah-rumah yang ada di Indonesia. Jenis atap keramik selain terlihat indah juga sangat awet saat digunakan. Atap keramik juga tahan dari api, tidak mudah berjamur dan pemasangannya menggunakan sitem interlock sama seperti genteng lain untuk pemasangannya.

Atap Keramik
Photo by 99.co

Kekurangan dari atap jenis keramik ini adalah mudah sekali pecah, tidak tahan dari terpaan angin selain itu atap keramik tidak bisa di pasang di rumah yang mempunyai atap kemiringan lebih dari 30 derajat.

8. Atap Genteng Rumah Metal

Atap genting bebahan metal saa ini sudah banyak digunakan oleh orang. Atap genteng Metal bisa tahan dari cuaca apapun, ringan dan untuk pemasangannya sendiri terbilang mudah.

Atap Metal
Photo by iStock

Bahan yang digunakan untuk jeni genteng metal:

  • Stainless steel
  • Tembaga
  • Genteng baja galvalum
  • Spandek (ini adalah perpaduan antara aluminium dan seng)

Berdasarkan tekstur, genteng jenis ini mempunyai dua macam bentuk:

  1. Flat dan
  2. Bergelombang

Memang jenis atap seperti ini sangat ringan dan juga anti bocor jika di pasang dengan baik dan benar. Cuma sayangnya, atap sepertinya sepertinya akan membuat suhu ruangan rumah menjadi lebih panas jika kita bandingkan dengan menggunakan atap jenis lainnya.

9. Atap Genteng Aspal

Atap genteng aspal, sekarang ini mulai banyak digunakan karena terkenal mampu bisa menahan cuaca panas dan hujan. Atap jenis ini juga lebih ringan jika dibandingkan dengan atap beton, metal, keramik atau jenis atap lainnya.

Atap aspal
Photo by iStock

Meskipun atap aspal terbilang ringan bukan berarti ringan sekali. Jika Anda ingin menggunakan atap aspal pastikan pondasi rumah kuat untuk menahan jumlah genteng yang akan terpasang. Atap ini bisa menyerap sinar matahari pada siang hari dengan sangat baik sehingga saat Anda berada di dalam rumah, suhu ruangan rumah menjadi lebih sejuk. Atap jenis ini juga kedap suara, jadi pada saat hujan turun rumah menjadi tidak terlalu berisik seperti kita menggunakan atap genteng tanah liat atau atap lainnya.

Itu adalah beberapa macam atap rumah yang Populer dan banyak digunakan di Indonesia. Sebenarnya masih ada model atap lainnya, tetapi kebanyakan atap ini banyak digunakan untuk depan rumah atau kanopi, maka saya memutuskan untuk tidak memasukkannya dalam daftar ini.

Jika kalian suka dengan artikel Jenis Atap Rumah yang Populer untuk mempercantik Atap Rumah ini, Silahkan bagikan artikel ini melalui akun social media kalian dan jangan lupa untuk follow kami di Instagram, Facebook dan channel YouTube Teakblock. Jika Anda seorang tenaga profesional atau pemilik usaha Kitchen Set dan yang berhubungan dengan kerja-kerja Interior yang ada di Indonesia, Silahkan daftarkan usaha Anda secara gratis di Teakblock.