skip to Main Content
Cara Menjinakkan Kucing

Cara Menjinakkan Kucing Apapun Jika Ingin Dipelihara

 

Saat akan berburu, hewan ini akan berjalan mengendap-endap secara perlahan-lahan, kepalanya akan menunduk, matanya yang tajam akan terus mengamati mangsanya, predator yang satu ini sedang mengintai mangsanya. Setengah menekuk kakinya di bawah tubuhnya, ia dengan sangat sabar menanti waktu yang tepat. Semua otot-otot dalam tubuhnya bereaksi di balik warna bulunya yang indah.

Tidak lama setelah itu layaknya sebuah anak panah yang di lepaskan, ia kemudian melesat menyergap mangsanya yang tidak siap. Sekali sapu dengan kakinya yang penuh cakar tajam, hewan ini akhirnya berhasil menangkap calon mangsanya dengan menggunakan kedua kakinya.

Kejadian pertarungan hidup dan mati itu tidak terjadi di Indonesia. Itu adalah pertarungan antara kucing liar di Australia dengan calon korbannya.

Hewan yang di mangsa mulai dari burung, kelinci, reptil dan sejumlah besar kodok dan invertebrata. Selera makan kucing-kucing liar ini juga sangat besar.

Sejak zaman Mesin kuno, kucing sebenarnya sudah menjadi salah satu hewan peliharaan yang sangat populer. Di Indonesia sendiri banyak sekali orang yang memelihata kucing, setidaknya satu keluarga mempunyai satu kucing.

Cara Menjinakkan Kucing Liar

Kalau kita ingin menjinakkan kucing, apalagi jika itu adalah kucing liar atau kucing buangan pasti akan membutuhkan pengetahuan, kesabaran, waktu dan juga perlu berhati-hati.

cara menjinakkan kucing liar
Ilustrasi cara menjinakkan kucing liar. (dok. shutterstock)

Kucing liar tidak pernah kontak atau berhubungan dengan manusia. Ketika Anda ingin menjinakkan anak kucing atau kucing liar yang sehat, selalu ingat kalau kucing-kucing liar ini biasanya akan merasa takut, terancam dan kemungkinan akan mencakar atau menggigit Anda.

Jadi, jangan harap kucing-kucing liar ini akan menghampiri Anda dan duduk manis di pangkuan Anda. jika Anda memang sudah suka, dan ingin memelihara kucing liar ini. Maka Anda perlu bersabar dan menunggu waktu yang tepat agar kucing liar ini jinak dengan Anda.

Cara Pertama – Cara Menjinakkan Kucing Dengan Menyentuh Kucing Liar

Cara menjinakkan kucing pertama adalah dengan menyentuh kucing. Sentuhan di sini bukan memasksudkan Anda harus menyentuh kucing liar secara langsung saat itu juga. Tapi ada proses dan tahapan-tahapan yang harus Anda lakukan dan lewati.

1. Temani Kucing Liar Selama Beberapa Hari Tanpa Harus Menyentuhnya.

Untuk membuat kucing liar mengenali keberadaan Anda dan terbiasa dengan Anda, temui kucing liar sesering mungkin tanpa harus menyentuhnya. Interaksi yang Anda lakukan hanya menemuinya untuk membantu kucing ini terbiasa dengan keberadaan manusia.

Gunakan pakian lengan panjang yang agak tebal, untuk menghindari di cakar jika kucing merasa terancam dengan keberadaan Anda. Boleh juga menggunakan celana panjang jika memang di rasa perlu. Pastikan mengenakan sarung tangan yang cukup tebal, tapi jangan terlalu tebal juga.

Cara Menjinakkan kucing dengan Temani kucing
Ilustrasi menemani kucing. (dok. shutterstock)

Jangan menggunakan sarung tangan kain yang sering digunakan oleh pekerja lapangan (bangunan) atau yang biasa digunakan untuk bercocok tanam. Sarung tangan seperti ini bisa tembus terkena cakaran kucing, dan parahnya lagi cakar kucing bisa nyangkut di sarung tangan seperti ini.

Bawa juga papan atau kardus panjang yang bisa digunakan sebagai alat memukul untuk berjaga-jaga jika kucing marah dan mencoba menerkam dan mencakar Anda.

  • Temui dan lihatlah kucing setiap hari. Pertemuan yang rutin membantu kucing terbiasa dengan Anda.
  • Ajaklah berbicara seperti Anda berbicara kepada Anak Anda secara perlahan, saat Anda menemuinya atau memberikan air minum, memberi makan.
  • Jangan terlalu sering dan lama memandang mata kucing liar, lakukan secara bertahap. Tatapan mata yang lama akan membuatnya merasa tidak nyaman dan adanya ancaman. Tundukkan kepala Anda saat berdekatan dengan kucing liar.
  • Ketika kucing mulai terbiasa dan nyaman dengan keberadaan Anda, cobalah untuk lebih mendekatinya. Jika memang memungkinkan, cobalah untuk duduk di sampingnya atau jongkok di depannya.
  • Jangan terburu-buru untuk langsung menyentuh kucing liar pada awal pertemuan. Jika nekat melakukannya, hal ini bisa membuat kucing liar menyerang, mencakar atau mungkin mencoba untuk mengigit Anda.

2. Mengajak Bermain Kucing Liar

Tips yang kedua ini terbukti bisa membantu kedekatan antara Anda dengan kucing liar. Kucing liar akan merasa nyaman jika diajak bermain dan biasanya kucing memang suka bermain. Ada banyak mainan kucing yang di jual di toko hewan. Saya lebih menyarankan Anda untuk membeli mainan yang tidak bersentuhan langsung dengan tangan Anda.

cara menjinakkan kucing mengajak bermain
Ilustrasi cara menjinakkan kucing dengan mengajak bermain. (dok. shutterstock/Lewis Tse Pui Lung)

Jika ingin membuat mainan sendiri juga bisa. Carilah sebatang lidi atau kayu kecil yang agak panjang kemudian ikat dengan benag jahit, dan ujungnya Anda beri plastik atau benda apapun yang bisa di buat main kucing. Mainan ini biasa saya sebut dengan mainan pancing.

Mainan pancing ini sangat di sukai oleh kucing. Memang tidak semua kucing liar bisa kita ajak main seperti ini. Butuh waktu dan pendekatan.

3. Tanda Kucing Mulai Nurut Dan Siap Untuk Bersentuhan

Deg-deg ser rasanya ketika ingin mengelus dan bersentuhan dengan kucing liar. Kita tidak pernah tahu, apakah hasilnya terjadi penyerangan atau dia merasa cukup nyaman dengan keberadaan kita. Hal terpenting sebelum mulai bersentuhan adalah lihat tanda-tandanya kucing mulai nurut dengan Anda.

Perhatikan bahasa tubuh kucing liar. Apakah dia menunjukkan belum siap dan nyaman dengan Anda. Ciri kalau dia belum nyaman adalah kucing liar akan menggeram atau mencoba menerkam Anda.

Jika kucing terlihat tenang ketika Anda mulai mendekatinya, ini adalah salah satu tanda kalau dia merasa nyaman dengan Anda, siap untuk Anda sentuh.

4. Biasakan Kucing Diberi Sentuhan Fisik Dengan Tangan Anda

Karena jarang di sentuh oleh manusia, kucing liar mungkin masih terlihat waspada saat Anda menyentuhnya. Jangan pernah berhenti untuk memberikan sentuhan atau mendekatkan tangan Anda ke wajah atau badannya.

Anda juga bisa meletakkan tangan di lantai dan membiarkan kucing mendekati dan menyentuhmya lebih dahulu. Meski, Anda mungkin sangat ingin mengelus dan menyentuhnya, ingatlah, ini masih tahap perkenalan kucing dengan Anda. Kucing ingin memastikan apakah Anda benar-benar bukan ancaman baginya.

Pastikan kucing yang memulai duluan. Jika merasa waktunya sudah terlalu lama tapi kucing masih belum berani menyentuh dan mendekati Anda. Cobalah untuk memulai duluan sambil melihat situasi. Jika di rasa aman, silahkan sentuh kucing itu.

Memang, mengelus kucing liar bisa menjadi momen yang menegangkan – Apakah kucing menerima atau malah menyerang Anda.

Selalu perhatikan bahasa tubuh kucing sebelum benar-benar memegang atau mengelusnya. Saat kucing mau di elus-elus, pastikan jangan terlalu lama untuk mengelusnya. Sentuhan sebentar, tapi sering jauh lebih bagus untuk kucing liar.

Jika kucing liar yang ingin dipelihara adalah anak kucing, Anda bisa mengangkat dan meletakkan kucing di pangkuan Anda. Tindakan ini bisa dilakukan jika kucing benar-benar sudah merasa nyaman dengan Anda.

Jangan mengangkat kucing dari arah depan kepalanya, tapi angkat kucing dari arah belakang, dudukkan dipangkuan Anda kemudian elus-elus sambil mengajaknya bicara. Ini adalah tips cara menjinakkan kucing yang aman untuk Anda dan juga kucing itu sendiri.

Cara Kedua – Membawa Pulang Kucing Liar Ke Rumah

Jika, Anda ingin membawa pulang kucing liar ke Rumah Anda, ada beberapa tips yang bisa membantu Anda.

1. Siapkan Tempatnya Terlebih Dahulu Untuk Kucing Liar

Sudah menjadi kewajiban Anda ketika ingin memelihara kucing di rumah, apalagi kalau itu adalah kucing liar. Siapkan terlebih dahulu tempat untuk tinggal kucing liar. Jangan menempatkan kucing liar di tempat yang terbuka apalagi yang ada lubangnya.

Kucing liar harus Anda tempatkan di ruangan yang tertutup rapat, agar dia tidak bisa keluar dan kembali ke alam liar. Ruangan tidak harus luas yang penting tenang. Siapkan kotak berisi pasir tempat untuk kucing buang air, mangkuk makanan, tempat air minum dan letakkan beberapa mainan.

Agar kucing liar terbiasa dengan bau manusia, Anda bisa meletakkan beberapa baju bekas di dalam ruangan itu.

Cara Menjinakkan kucing dengan menyediakan tempat
Ilustrasi Cara Menjinakkan kucing dengan menyediakan tempat. (dok. shutterstock)

2. Gunakan Kandang Jebakan Untuk Menangkap Kucing Liar.

Selain berbahaya dan sulit menangkap kucing liar dengan cara mendekatinya. Maka, sebaiknya menggunakan kandang atau perangkap hewan (trap). Cara ini bisa mengurangi resiko di serang atau tercakar oleh kucing.

Biasanya perangkap semacam ini bisa tertutup sendiri ketika kucing masuk ke dalam dan menginjak panel penutup pintu. Agar kucing mau masuk ke dalam kandang, berikan makanan yang bisa memancing dia untuk mau masuk ke dalam kandang.

Jangan lupa untuk melapisi alas kandang dengan menggunakan kain, selimut atau handuk. Meski hewan terbiasa tidur tanpa alas, jauh lebih manusiawi melapisi dasar kandang dengan menggunakan alas.

3. Letakkan Kandang Hewan di Dalam Ruangan

Kucing liar yang akan kita jinakkan dan pelihara, sewaktu-waktu akan kita bawa ke Dokter hewan. Jadi, pastikan Anda meletakkan kandang jebakan di dalam ruangan, jika ingin membawanya ke dokter untuk di vaksin atau pemberian obat cacing.

Cara menjinakkan kucing dengan meletakkan kandang
Ilustrasi Cara menjinakkan kucing dengan meletakkan kandang. (dok. shutterstock)

Selain menggunakan jebakan hewan. Anda juga bisa menggunakan kandang hewan untuk menjebak kucing saat akan di bawa ke dokter. Masukkan selimut serta makanan di dalam kandang. Selimut dan kandang bisa menjadi tempat yang nyaman untuk mereka bersembunyi.

4. Memberikan Makanan Saat Bertemu Kucing di Luar.

Lebih mudah menjinakkan kucing di dalam ruangan, tapi kucing liar juga bisa menjadi ancaman bagi kita saat mencoba menjinakkannya di dalam ruangan tertutup. Kucing yang belum pernah bersentuhan dengan manusia biasanya lebih agresif dan suka menyerang.

memberi makan kucing untuk jinakkan kucing
Ilustrasi memberi makan kucing. (dok. shutterstock)

Memberi makan kucing di luar ruangan, selain aman bagi Anda juga bisa menimbulkan raca percaya diri kucing kepada manusia. Biasanya, jika kucing sering kita kasih makan mereka akan lebih percaya dengan kita. Pastikan Anda memberikan makanan dan minuman di jam-jam yang sama, setiap kali Anda memberinya makan. Kucing akan mengingat kalau Anda akan datang dan memberinya makanan.

Cara Ketiga – Pelajari Usia Dan Karakter Personal Kucing

Kemampuan untuk menjinakkan kucing liar, bergantung dari seberapa banyak pengetahuan kita tentang kucing. Kucing, bisa benar-benar liar bergantung dari si kucing itu sendiri. Kucing yang benar-benar liar, biasanya kucing itu tidak mempunyai pengalaman berdekatan dengan manusia yang baik seperti Anda.

1. Lihat, Apakah Itu Benar-benar Kucing Liar atau Hanya Kucing Tersesat

Kucing yang benar-benar liar inilah yang bisa membahayakan Anda, sulit untuk dijinakkan. Sedangkan kucing yang terlantar biasanya yang paling mudah untuk dijinakkan.

Kucing setengah liar biasanya mau di beri makan, dan meminta makan pada manusia tapi, kebanyakan dari mereka tidak begitu menginginkan untuk interaksi yang lebih akrab (menjadi peliharaan).

2. Cari Tahu Perkiraan Usia Kucing Liar

Meski kita tidak akan pernah bisa menebak dengan tepat umur kucing liar. Kita harus bisa mengira-ngira perkiraan umur kucing yang mau kita Jinakkan atau di pelihara. Dengan mengetahui perkiraan umur kucing, Anda bisa mengetahui tingkat kesulitan menjinakkannya.

Tidak semua kucing bisa kita jinakkan!

Kita tidak boleh membawa pulang, atau menjinakkan anak kucing jika umurnya belum sampai empat atau lima minggu.

Seandainya Anda ingin segera mengambil anak kucing yang masih bersama dengan induknya. Usahakan untuk membawa serta induknya. Pelihara ke duanya sampai anak kuccing benar-benar bisa di sapih. Setelah itu, Anda bisa memanggil penampung hewan yang ada di sekitar rumah Anda untuk membuat mandul induknya, dan kemudian di lepaskan kembali ke alam.

3. Memberikan Batas Waktu Pendekatan Saat Menjinakkan Kucing Liar

Setuju ya kalau menjinakkan kucing liar, sangat membutuhkan pengorbanan waktu dan juga kesabaran yang tinggi. Menjinakkan kucing liar yang sudah besar dengan anak kucing liar bisa berbeda. Menjinakkan kucing dewasa bisa jadi sangat menantang dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Anak kucing liar, bisa kita jinakkan dalam waktu enam sampai sepuluh minggu saja. Sedangkan kucing liar dewasa bisa mencapai satu tahun atau malah tidak bisa dijinakkan.

Coba Anda tanya pada diri Anda terlebih dahulu. Apakah Anda sanggup menjinakkan kucing liar sampai berbulan-bulan atau lebih? Karena kucing liar yang di isolasi di dalam rumah akan memakan waktu yang berbeda-beda bahkan ada yang gagal. Seringkali kucing kabur dari rumah dan kembali lagi ke alam liar.

Saat proses penjinakan kucing liar biasanya akan memakan biaya yang tidak sedikit. Pastikan Anda mempunyai anggaran khusus untuk mereka, saat memutuskan untuk menjinakkan kucing liar.

Membayar kebutuhan kucing liar untuk vaksin, membawanya ke dokter, membeli makanan, vitamin dan lainnya kemungkinan akan memakan biaya yang agak mahal. Jadi, sekali lagi saya ingatkan pastikan Anda mempunyai cukup uang saat akan menjinakkannya.

 

Cara Menjinakkan Kucing Galak Dan Kucing Penakut

Ketika Anda ingin menjinakkan kucing Galak atau Kucing penakut yang galak dibutuhkan pengetahuan dan juga kesabaran. Kalau Anda punya kesabaran tapi tidak punya pengetahuan, pasti akan sulit untuk menjinakkan kucing yang galak atau kucing yang penakut. Selain itu ada begitu banyak jenis-jenis kucing di dunia ini. Hal ini juga bisa menjadi tantangan tersendiri saat akan menjinakkan kucing jenis tertentu.

Untuk menjinakkan kucing galak dan penakut sebenarnya hampir sama dengan cara menjinakkan kucing liar, karena memang mereka sama – sama kucing liar yang tidak pernah di pelihara oleh orang.

Apapun jenis kucing liar yang mau Anda pelihara dan jinakkan. Anda harus mengetahui dasar-dasar cara menjinakkan kucing agar tidak sampai di cakar atau di gigit oleh mereka.

1. Memberikan Hadiah Berupa Makanan

Pastikan, kesan pertama membuat kucing galak atau penakut yang ingin Anda jinakkan teringat dengan Anda. Sama seperti manusia, kucing akan mengingat orang-orang yang pernah memperhatikan dia dengan cara memberi makanan.

Ini adalah cara yang sudah terbukti dari dulu untuk membuat hewan apapun mengingat dan mau di jinakkan. Jadi, berilah makanan saat pertama kali Anda beretmu dengan kucing galak atau kucing penakut yang ingin Anda pelihara.

Lakukan pemberian hadiah berupa makanan ini secara rutin dan waktu pemberiannya usahakan juga di jam yang sama – Lakukan terus selama berulang kali.

2. Berikan Waktu Pendekatan Yang Cukup Panjang

Melihat dan memperhatikan karakter kucing adalah hal yang penting. Kita bisa mengetahui apakah kucing masih menganggap diri kita sebagai ancaman atau bukan. Ini butuh proses, waktu dan kesabaran.

Jika saat di dekati kucing masih menggeram dan badan kucing seperti mendekam (merendah), mata memandang Anda dengan tajam dan mengeluarkan suara eraman. Ini membutkikan kucing tersebut belum siap di dekati oleh Anda.

Tunggu sampai kucing benar-benar menganggap kehadiran Anda bukan ancaman tapi orang yang akan memberinya makan dan minum.

3. Lakukan Sentuhan Pertama Secara Rutin

Saat menemui kucing galak untuk memberinya makan. Pastikan kamu memperhatikan bahasa tubuh kucing galak atau kucing penakut tersebut setiap kali bertemu dengannya. Kucing berkomunikasi soal perasaannya dengan hewan lain atau manusia dengan menggunakan bahasa tubuhnya.

Perhatikan telinga kucing. Kucing yang marah telinganya akan mengarah ke belakang, matanya tajam dan terus mengawasi kemanapun Anda melangkah, punggung kucing akan melengkung dan bulu kucing akan berdiri. Jangan mendekat dan menyentuh jika kucing yang mau Anda jinakkan mempunyai ciri-ciri seperti ini – berbahaya!

Kucing yang merasa aman dan nyaman dengan keberadaan Anda biasanya telinganya akan melebar, kucing terlihat tenang dan tidak menggeram. Bulu-bulu kucing juga tidak akan berdiri tegak, beberapa kucing mungkin ada yang langsung berguling-guling atau berbaring.

Jika kucing sudah memperlihatkan ciri-ciri sperti ini, maka kucing ini sudah siap untuk melakukan sentuhan pertama.

4. Hindari Kucing Yang Kemungkinan Terkena Rabies

Hindari menjinakkan kucing rabies
Ilustrasi Hindari menjinakkan kucing rabies. (dok. shutterstock)

Kucing Galak dan kucing penakut adalah kucing liar yang tidak pernah di beri vaksin dan sangat beresiko terkena rabies. Rabies sangat berbahaya dan mematikan. Meski tidak selalu begitu, jauh lebih baik untuk memastikan kesehatan kucing galak atau kucing penakut yang akan Anda jinakkan.

  • Gejala umum rabeis pada kucing liar adalah terlihat lemas, tidak nafsu untuk makan dan kucing biasanya akan terlihat gelisah, agresif dan kadang kejang-kejang.
  • Jika Anda ingin menjinakkan kucing penakut atau kucing galak yang mempunyai gejala seperti ini, sebaiknya jangan lakukan. Segera hubungi dinas kesehatan atau pihak-pihak yang memang wajib menangani masalah seperti itu.

5. Menggunakan Kandang Jebakan Untuk Membawa Kucing Pulang

Cara yang paling aman untuk membawa kucing pulang ke rumah atau ke tempat yang aman untuk dijinakkan adalah dengan menggunakan kandang jebakan (trap). Langkah ini bisa dilakukan jika poin-point di atas sudah Anda lakukan, khususnya untuk memperhatikan poin di nomor empat.

Jika memang kucing aman dari gejala rabies dan sudah melakukan tahapan-tahapan di atas. Anda bisa mencoba membawa kucing ke rumah dengan cara menjebak kucing menggunakan kandang jebakan.

bawa pulang kucing dengan kandang
Ilustrasi bawa pulang kucing dengan kandang. (dok. shutterstock)

Jauh lebih aman membawa kucing galak dan penakut menggunakan kandang daripada menggendong atau memangkunya di paha Anda. Apalagi kalau perjalanan menuju rumah atau tempat untuk menjinakkan cukup jauh.

Pastikan meletakkan handuk atau selimut di dalam kandang beserta dengan makanan supaya kucing galak atau penakut bisa diam selama di dalam kandang dan teralihkan pada makanan pada saat dalam perjalanan. Anda juga bisa memasukkan mainan yang kira-kira biasanya di sukai oleh kebanyakan kucing pada umumnya.

Cara Menjinakkan Kucing Hutan

Jenis-jenis kucing cukup banyak sekali. Mulai dari jenis kucing anggora, siam, persia sampai kucing lokal yang sering berkeliaran di lingkungan rumah kita. Jika Anda berencana untuk menjinakkan kucing liar, pastikan kucing yang akan Anda jinakkan itu bukan salah satu kucing yang dilindungi dan memang tidak boleh untuk dipelihara.

Silahkan baca di sini kucing hutan yang di lindungi dan tidak boleh untuk dipelihara.

Kucing liar maupun kucing hutan sama – sama menyukai jenis makanan yang sama. Jenis makanan yang mereka suka makan adalah serangga, hewan-hewan yang mempunyai ukuran yang kecil seperti tikus, burung dan kadang mereka juga memakan ular.

Burung juga tidak lepas dari santapan kucing – kucing ini. Burung yang sering menjadi santapan mereka seperti burung gagak yang masih kecil, burung puyuh dan ayam juga bisa jadi santapan mereka.

Kucing hutan sangat berbeda dengan kucing peliharaan pada umumnya. Jangan menyamakan mereka seperti kucing yang biasa kita temukan di sekitar rumah kita.

Sejak mereka masih kecil. Kucing-kucing hutan ini sudah belajar untuk berburu makanannya sendiri. Kemungkinan untuk dijinakkan dan menjadi hewan peliharaan sangat kecil sekali. Tapi bukan berarti kucing hutan tidak bisa untuk dijinakkan.

Kebanyakan kucing yang ada di hutan adalah kucing yang dilindungi dan tidak boleh diburu untuk di jadikan hewan peliharaan.

1. Gunakan Kandang Untuk Menangkap Kucing Hutan

Jangan pernah mencoba untuk menangkap kucing hutan seperti Anda memegang kucing peliharaan yang ad di sekitar rumah kita. Cara yang paling aman adalah dengan cara menjebak kucing liar menggunakan kandang jebakan yang di beri umpan makanan kesukaannya.

Cara Menjinakkan kucing dengan perangkap
Ilustrasi Cara Menjinakkan kucing dengan perangkap. (dok. shutterstock)

Sekali lagi kami ingatkan. Kebanyakan Kucing hutan adalah kucing yang di lindungi dan tidak boleh di tangkap untuk di jadikan hewan peliharaan. Tapi ada juga kucing hutan yang boleh dipelihara

2. Memberikan Menu Makanan Yang Cocok

Setelah kucing hutan berhasil Anda tangkap dan di bawa pulang. Langkah selanjutnya adalah menempatkan kucing di tempat yang nyaman dan tidak membuat dia merasa takut.

Kucing hutan terbiasa memakan makanan daging. Jadi, sewaktu dijinakkan di rumah kita harus memberinya menu makanan yang biasa dia makan saat berada di hutan. Cara Ini bisa kita lakukan selama beberapa bulan. Kemudian, setelah itu porsi dagingnya bisa kita coba kurangi dengan menambahkan menu makanan nasi atau makanan kucing yang banyak di jual di toko hewan.

Jangan langsung membei makan nasi yang di campur dengan ikan atau daging, saat kucing hutan berhasil kita tangkap dan bawa pulang.

Daging yang kita berikan sebaiknya di masak terlebih dahulu. Di masak yang saya maksud di sini, Anda tidak perlu sampai memberinya bumbu lengkap seperti memasak untuk manusia – Jika itu yang Anda lakukan. Saran saya, silahkan buka warung untuk kucing saja.

Kenapa sebaiknya Anda tidak memberikan makan daging atau ikan mentah kepada kucing hutan?

Meski kucing hutan terbiasa memakan-makanan daging mentah. Sebaiknya, kita tidak lagi memberikan daging mentah. Daging mentah akan membuat kucing lebih agresif dan liar.

Ingat, tujuan kita menangkap dan menjinakkannya adalah untuk di pelihara. Jadi, kita mau kucing ini nantinya terbiasa makan – makan yang biasa di makan kucing peliharaan pada umumnya.

3. Menjaga Kedekatan

Sampai di tahap ini, kemungkinan besar kucing hutan sudah mengenal Anda dengan baik. Tingkat kepercayaan kucing terhadap orang bisa jadi berbeda-beda. Pastikan Anda memperhatikan bahasa tubuh kucing hutan.

Jika kucing hutan terlihat tenang saat ada Anda dan di dekati. Cobalah untuk memberikan makan dengan tangan Anda. Dengan tangan yang saya maksud di sini bukan di suapin seperti kita nyuapin anak manusia ya, tapi kita menyodorkan makanan dengan menggunakan tangan kita.

Jika kucing mau mendekat untuk mengambil makanan dari tangan Anda. Silahkan lakukan cara ini secara berulang dan rutin. ini akan membantu kedekatan Anda dengan kucing hutan yang mau Anda jinakkan.

4. Mengajak Kucing Hutan Bermain

Tahap mengajak bermain ini bisa Anda lakukan jika Anda sudah berhasil menerapkan urutan 1 sampai 3. Di poin ke tiga, kucing sudah mau menghampiri dan mengambil makanan dari tangan Anda. langkah selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah mengajak kucing hutan ini bermain.

Anda bisa mengajak bermain dengan bola empuk yang bisa Anda lempar dan di gigit oleh kucing hutan. Bisa juga mengajak bermain dengan tali pancing seperti yang sudah saya bahas di bagian atas.

Saat bermain, cobalah sesekali untuk mengelus atau memegang punggung atau kepala kucing. Jika memang sudah bisa dipegang dan dan elus, silahkankan lakukan mengelus kucing secara rutin. Cara ini akan semakin mendekatkan hubungan Anda dengan kucing yang mau Anda jinakkan. Kedekatan seperti ini akan membantu Anda bisa maju ke tahap selanjutnya.

5. Mengangkat Dan Memangku Kucing Liar

Jika kucing sudah tidak agresif, rasa percaya akan keberadaan Anda tinggi, sudah mau di sentuh dan di elus-elus, maka Anda bisa masuk ke tahap selanjutnya yaitu “Mengangkat Dan Memanggku Kucing Liar”.

Jangan asal mengangkat dan memangku kucing hutan tanpa melewati tahap-tahap di atas, karena bisa membahayakan diri Anda sendiri.

Anda hanya boleh melakukan hal ini jika sudah melewati semua tahapan di atas. Kalau kucing meronta pada saat Anda akan angkat, jangan paksa. Lepaskan saja.

Anda bisa lakukan esok harinya dan begitu seterusnya. Jika kucing sudah mau diangkat dan di pangku serta di elus-elus, ini adalah sebuah kemajuan yang luar biasa karena Anda sudah bisa mengangkat, memangku dan mengelus-elus kucing liar hutan.

Cara Menjinakkan Kucing Yang Baru Di Adopsi

Ketika Anda memutuskan untuk mengadopsi kucing, berarti Anda menginginkan adanya sahabat baru di rumah. Memelihara kucing bukan perkara yang mudah, butuh komitmen, cinta dan perhatian. Setelah menemukan kucing yang cocok dan menarik hati Anda, kemungkinan Anda akan memilihnya.

Sifat dan juga karakter tiap kucing biasanya berbeda-beda. Ada yang agresif, ada yang penakut dan ada juga yang pendiam.

Sebelum memutuskan untuk mengadopsi kucing. Ada baiknya Anda mengetahui caranya merawat kucing, sekaligus tips cara menjinakkan kucing yang baru Anda Adopsi.

Kucing yang baru di Adopsi biasanya akan merasa cemas, khawatir dan stres. Ciri kucing yang mengalami hal itu biasanya suka takut untuk di dekati dan suka bersembunyi jika ada tempat persembunyian. Kucing yang takut bisa membuat bulu-bulunya rontok.

Berikut ini tips bagaimana Anda bisa Menjinakkan kucing yang Baru di Adopsi

1. Memberi Mainana Kucing

Mainan yang Anda siapkan tidak harus banyak, cukup satu atau dua mainan kucing saja sudah cukup. Mainan akan membantu kucing menyesuaikan dengan tempat dan rumah barunya. Beberapa mainan yang biasanya di sukai kucing adalah mainan hewan yang yang terbuat dari karet misalnya tikus mainan, bola lonceng atau mainan pancing.

2. Menyediakan Garukan Kuku Kucing (Scrating post).

Meski alat ini tidak harus ada tapi dengan menyediakan scrating post bisa membuat kucing senang. Kucing bisa mengasah kuku-kunya, meregangkan badan dan otot-ototnya. Saat kucing Anda menggaruk, otot-otot kucing pada bagian punggung dan kakinya akan meregang, hal ini akan membuat kucing merasa senang. Bisa saya katakan, ini seperti saat kita melakukan peregangan badan di pagi hari atau setelah kita duduk terlalu lama saat bekerja.

3. Memberi Makanan Secara Rutin Dan Tepat Waktu

Berilah makanan secara teratur di waktu dan jam yang sama. Memang tidak ada keharusan memberi makan di jam-jam yang sama persis. Jika Anda memberi makan sehari dua kali pada pagi dan malam hari, maka berilah makan di waktu yang sama pagi dan malam hari.

Memberikan makanan kucing secara teratur akan membantu kucing mengenali tujuan Anda menghampirinya sekaligus menimbulkan rasa kepercayaan kepada Anda.

4. Menempatkan Kotak Pasir untuk Mengeluarkan Kotoran

Saat ingin membuang kotoran, kucing sangat menyukai tempat yang menurutnya nyaman dan kering. Cara yang biasa dilakukan oleh pemilik kucing adalah menempatkan kotak berisi pasir sebagai tempat bagi kucing untuk membuang kotoran.

Untuk kucing-kucing yang baru di adopsi, Anda bisa meletakkan kotak pasir ini di dekat tempat dia tidur atau biasa bersembunyi. Kucing yang baru, biasanya tidak suka keluar terlalu jauh. Jadi, jauh lebih baik menempatkan kota pasir ini dekat dengan tempat tidurnya.

5. Sediakan Tempat Tidur Kucing atau Kandang untuk bersembunyi

Kucing yang baru di adopsi dan baru berada di tempat baru, usahakan diberi tempat tidur atau kandang untuk dia bisa bersembunyi. Kucing cenderung menjadi penakut ketika berada di tempat yang baru. Dengan memberikan tempat tidur atau kandang yang bisa buat untuk tempat persembunyian akan membuat dia merasa nyaman dan tenang.

Tips Untuk Anda Yang Punya Keinginan Untuk Memelihara Kucing Liar

  • Pastikan Anda benar-benar ingin memelihara kucing liar saat ingin menjinakkannya. Bukan karena lingkungan atau ikut-ikutan orang lain.
  • Kucing liar biasanya tidak cocok untuk di adopsi karena biasanya kucing liar hanya terikat dengan orang yang menjinakkan dia.
  • Jangan merasa kesal dan kecewa jika saat menjinakkan tidak berjalan dengan baik (gagal). Karena memang tidak semua kucing liar bisa di jinakkan dan di pelihara.
  • Kucing liar yang sudah dijinakkan, biasanya cenderung tidak bersahabat dengan tamu-tamu yang datang ke rumah.

Pengingat Untuk Anda yang Ingin Menjinakkan Kucing Liar

  • Hati-hati terhadap kucing liar yang ingin Anda jinakkan. Anda bisa dicakar atau digigit jika tidak berhati-hati saat mendekatinya. Hubungi Dokter hewan atau penampung hewan terdekat karena mereka sudah terbiasa menangkap hewan liar.
  • Kucing liar bisanya bisa membawa berbagai macam penyakit dan infeksi. Harap berhati-hati saat Anda berinteraksi dengan kucing liar ini.

Jika kalian suka dengan artikel Cara Menjinakkan Kucing ini, Silahkan bagikan artikel ini melalui akun social media kalian dan jangan lupa untuk follow kami di Instagram, Facebook dan channel YouTube Teakblock. Jika Anda Suka menulis dan ingin mendapatkan penghasilan dari rumah, kami dengan senang hati mengundang Anda untuk bergabung dengan kami menjadi penulis lepas TEAKBLOCK.COM.